Analisis perusahaan
PERUSAHAAN DUNKIN DONUTS
PESAING J.Co Donut & Coffee
4EA10
Muhamad
Yusup (17214027)
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Dengan
mengucapkan Puji dan Syukur, penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa,
atas segala Nikmat dan Kuasanya maka penulis dapat menyelesaikan tugas makalah
yang berjudul “Analisis Perusahaan Dunkin Donuts dengan Pesaing J.Co Donut
& Coffee” guna melengkapi tugas dalam Mata Kuliah Manajemen Pemasaran
Global.
Makalah
ini telah kami susun dengan maksimal dan
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak dan sumber dari buku maupun internet
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan
makalah ini.
Kami
menyadari bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasa yang kurang baik. Oleh karena itu kami menerima segala saran dan kritik
dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir
kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca.
Depok,
30 September 2017
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Era
Globalisasi ini banyak perusahaan yang memiliki keunggulan-keunggulan yang
mereka miliki sehingga menjadi Go Internasional untuk memasarkan produknya
tersebut. Dalam hal ini ada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang makanan
yang bernama Dunkin Donuts yang telah suksus sebagai salah satu perusahaan asal
Amerika Serikat yang Go internasional. Perusahaan tersebut mempunyai berbagai
varians produk yang berfokus terhadap donat yang bisa di pilih oleh semua
kalangan. Di Indonesia dunkin donuts sudah mempunyai lebih dari 200 outlet
cabang hampir di5 seluruh kota besar pada setiap propinsi. Hal ini merupakan
suatu bentuk pencapaian yang besar, rasa donat
yang lezat dengan berbagai variasi toping diatasnya yang nikmat membuat siapa
saja tentu ingin bisa memakannya. Namun seiring dengan perkembangan jaman,
banyak merek donat yang ada di Indonesia sehingga konsumen dihadapkan pada
pilihan
merek yang
beraneka ragam, seperti J.CO Donut & Coffee, Krispy Kreme, I-Crave, dan sebagainya.
Munculnya beragam jenis merek donat tersebut,
menuntut produsen untuk menjaga kekuatan merek dan dikelola oleh
perusahaan, agar merek mampu bersaing dalam jangka panjang. Dianata beberapa
perusahaan yang bermerek tentang donat, perusahaan pesaing yang di hadapi oleh
Dunkin Donuts adalah J.Co Donut & Coffee.
J.Co Donut &
Coffee adalah salah satu perusahaan asal Indonesia yang di dirikan oleh Johnny
Andrean. Pada tahun 2005 J.Co Dmonut & Coffee pertama kali resmi di buka di
kawasan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Karawaci dan Tanggerang.
Perusahaan tersebut membuka 16 outlet cabang, pada tahun 2007 J.Co Donut &
Coffee sudah menjadi perusahaan yang Go Internsional. Perusahaan ini menjadi
salah satu perusahaan kuliner asli Indonesia yang banyak menginspirasi
munculnya berbagai gerai donat modern laiinya.
Dalam hal
tersebut penulis tertarik untuk menganalisis peluang perusahaan Dunkin Donuts
dengan Pesaing J.Co Donut & Coffee.
1.2 Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui
Analisis Perusahaan Dunkin Donuts dengan Pesaing J.CO Donut & Coffee.
1.3 Manfaat Penelitian
1. Untuk
mengetahui Identifikasi Perusahaan pesaing secara langsung.
2. Untuk
mengetahui strategi nilai pelanggan strategi diferensiasi, dan strategi fokus
atau pemusatan dari kedua perusahaan.
3. Untuk
mengetahui dimensi yang paling penting bagi konsumen dari kedua perusahaan.
4. Untuk
mengetahui segmentasi yang di tuju dan strategi target pemasaran global bagi
kedua perusahaan.
5. Untuk
mengetahui strategi perluasan pasar bagi kedua perusahaan.
6. Untuk
mengetahui strategi menentukan pemasok bagi kedua perusahaan.
7. Untuk
mengetahui strategi promosi global bagi kedua perusahaan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Landasan Teori
2.1.1
Sejarah Perusahaan
2.1.1.1
Sejarah Perusahaan Dunkin Donuts
|
|
 |
Dunkin’ Donuts pertama kali didirikan oleh William Rosenberg tahun 1950. Dia
membuka sebuah gerai donut dengan nama Open Kettle di kota Boston, Quincy –
Massachusetts, Amerika Serikat. Tak disangka gerai donut miliknya itu tumbuh
dengan pesat. Hal ini terbukti dari makin bertambah banyaknya jumlah pelanggan
yang berkunjung ke gerai tersebut. Melihat perkembangan usahanya yang terus
berkembang, tahun 1950 Rosenberg pun memutuskan mengubah nama Open Kettle
menjadi nama lain. Setelah melalui proses yang panjang, terpilihlah nama baru
yaitu Dunkin’ Donuts. Bersamaan dengan perubahan nama tersebut, dirintislah
sistem franchise (waralaba) untuk perusahaan ini.
Tahun demi tahun berlalu dengan kemajuan dan
ketenaran nama Dunkin’ Donuts yang makin tak terbendung. Bahkan pada tahun 1970
Dunkin’ Donuts telah menjadi merek internasional dengan reputasi yang luar biasa dalam hal
kualitas produk dan pelayanan. Reputasi dan ketenaran itulah yang kemudian
menarik minat Allied Domecq, sebuah perusahaan internasional yang membawahi
Togo’s dan Baskin Robins untuk membeli Dunkin’ Donuts dari keluarga Rosenberg.
Pembelian dan pengambilalihan perusahaan dari keluarga Rosenberg akhirnya
disepakati dan dilakukan dengan penuh persahabatan pada tahun 1983.
Meski berganti kepemilikan, Allied Domecq tetap berusaha
mempertahankan sistem manajemen yang sudah berjalan di Dunkin’ Donuts. Kalaupun
ada yang harus dirubah, perubahan dilakukan dalam skala kecil. Hanya satu yang
menjadi ambisi seluruh manajemen Allied Domecq yaitu membantu Dunkin’ Donuts
memperluas pasar secara internasional. Untuk mewujudkan ambisinya tersebut
diberlakukanlah standarisasi di seluruh counter Dunkin’ Donuts. Di samping itu,
berbagai strategi marketing yang jitu juga mulai dilancarkan, seperti selalu
berusaha memperbaharui design sesuai dengan trend, fokus terhadap kualitas
produk serta berusaha memaksimalkan kepuasan pelanggan.
Dengan didukung sumber daya manusia yang handal, dalam waktu
singkat ambisi Allied Domecq tercapai. Dunkin’ Donuts berhasil memperluas pasar
secara menakjubkan sehingga gerainya tidak hanya tersebar di benua Amerika,
tetapi juga di benua Eropa dan Asia termsuk ke Indonesia.
2.1.1.2 Sejarah
Perusahaan J.Co Donut & Coffee
J.Co Donut & Coffee didirikan oleh salah seorang
pengusaha salon asli Indonesia bernama Johnny Andrean. Ide untuk mendirikan
J.Co Donut & Coffee berawal dari kebiasaan Johnny yang sering melakukan
perjalanan bisnis ke Amerika Serikat. Kala itu Johnny gemar mencicipi berbagai
donat khas Amerika. Dari kegemarannya tersebut, Johnny mulai terinspirasi untuk
memulai bisnis donat khas Amerika.
Dari ide bisnis donat tersebut, awalnya Johnny berniat untuk
menjalin kerjasama dengan waralaba donat asli Amerika. Namun ternyata harapan
tersebut tak jadi diwujudkan karena adanya keterbatasan seputar varian produk
dan proses pemantauan kualitas. Akhirnya Johnny Andrean memutuskan untuk
memulai bisnis donatnya secara independen.
Setelah melalui serangkaian proses panjang untuk
mematangkan konsep bisnisnya, akhirnya pada 26 Juni 2005 gerai J.Co Donut &
Coffee yang pertama resmi di buka di kawasan Supermal Karawaci, Tangerang.
Ternyata konsep bisnis gerai donat modern ini mampu menarik perhatian dan minat
masyarakat. Outlet J.Co Donut & Coffee selalu dipadati oleh pengunjung yang
penasaran atau ketagihan mencicipi kelezatan donat kelas premium.
Keberhasilan J.Co Donut & Coffee kemudian
mengiringi pembukaan gerai-gerai J.Co Donut & Coffee di daerah lainnya.
Dalam waktu 1 tahun saja, J.Co Donut & Coffee sudah berhasil membuka 16
gerai dengan jumlah karyawan gerai mencapai 450 orang. Beberapa kota besar di
Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar dan Pekanbaru sudah berkesempatan
mencicipi kelezatan donat ala J.Co Donut & Coffee yang begitu melegenda.
Pada tahun 2007, J.Co Donut & Coffee bahkan sudah
mengupayakan go internasional dengan beberapa negara tujuan seperti Singapura,
Australia dan Hongkong. Kini kesuksesan J.Co Donut & Coffee sebagai salah
satu perusahaan kuliner asli Indonesia sudah banyak menginspirasi munculnya
beragam gerai donat modern lainnya.
2.2 Identifikasi Perusahaan Pesaing
Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam
bidang food and beverages yang berfokus pada produk donat, pesaing Dunkin
Donuts salah satunya adalah J.Co Donut & coffe. Dalam hal persaingan J.Co
Donut & Coffee adalah salah satu perusahaan asli yang berasal dari
Indonesia. Brand ini menjadi salah satu brand yang Go Internasional dan hingga
kini masih berdiri dengan beberapa jenis produk yang di tawarkan. Diantaranya,
donut dengan berbagai pilihan rasa yaitu Glazzy, Black Jack, Mr. Green
Tea,Oreologi Alcapone dan ,masih banyak lagi rasa donut yang di tawarkan. Tidak
hanya donut tetapi coffee nya juga banyak berbagai variasi rasa diantaranya Hot
atau Ice Cappucino, Iced Cappucino Caramel, Iced Latte Tiramisu dan masih
banyak lagi rasa coffe yang di tawarkan. Tetapi J.Co Donut & Coffee lebih
memposisikan sebagai donut yang lux dari sisi tampilan maupun kemasan.
Dunkin Donuts memiliki beberapa keunggulan dengan
menawarkan produk-produknya dengan jaminan kualitas yang memuaskan. Selain itu, Dunkin Donuts juga menyediakan paket murah
selain dalam bentuk pembelian kotak lusin. Biasanya, Dunkin Donuts menawarkan
classic paket, yaitu berupa satu buah donat dan satu hot coffee untuk makan
ditempat. Menu yang di tawarkan juga lebih banyak variasinya di bandingkan
dengan J.Co Donut & Coffee. Menu donut yang di tawarkan diantaranya Dunkin
donuts 1/2 lusin dengan harga sebesar Rp. 42.500,00.
Dunkin donut 1 lusin dengan harga Rp. 76.500,00. Mochi Ring 1 lusin, Box of 10,
dan mini donuts. Dan ada menu minuman Dunkin Donuts dengan dua pilihan legular
dan premium. Untuk menu minuman regular, Dunkin Donuts menyediakan minuman
berupa Hot Coffee, Hot Cappuccino, Ice Lemon Tea, Tea, Orange Juice, Hot
Caramel Latte, dan lain-lain. Sedangkan, untuk menu minuman premium, Dunkin
Donuts menyediakan minuman seperti Coollata Strawberry, Coollata Mocca,
Coollata Cappuccino, Coollata Dark Chocolate, dan lain-lain.
2.3 Strategi
Nilai Pelanggan, Strategi Diferensiasi, dan Strategi Fokus atau Pemusatan
2.3.1 Strategi Nilai Pelanggan, Strategi
Diferensiasi, dan Strategi Fokus atau Pemusatan Dunkin Donuts
ü
Strategi nilai pelanggan
Terkait dengan strategi nilai
pelanggan dari dunkin donuts, biasanaya dunkin donuts selalu mengadakan promo
setiap bulan, bagus dalam pelayanan, produk yang bervariasi, dan tata letak
took yang strategis.
·
Promosi
Setiap bulan dunkin donuts selalu
mengadakan promosi dengan pembelian 6 donuts gratis 6 donuts dengan menggunakan
kupon line.
Update terbaru promosi ini berlaku
mulai 21 september 2017 sampai dengan 27 september 2017. Untuk mendapatkan
kupon tersebut caranya mudah sekali, hanya dengan .
Add LINE kami di @dunkinindonesia (dengan tanda @ didepan). Promo berlaku
disemua counter dan donut bebas pilih (kecuali donut fancy/cheese). Kupon
dikirimkan setiap hari selama periode promo jam 6.00 WIB dan dapat dipergunakan
pada hari yang sama, sehingga dapat menggunakan kupon yang baru untuk pembelian
keesokan harinya.
·
Pelayanan
Untuk pelayanan yang diberikan, dunkin
donuts memiliki pelayanan yang sangat memuaskan. Pelayanan yang ramah dan
selalu tersenyum melayani tamu-tamu atau pelanggan yang datang. Dan
tidak membeda-bedakan pelanggan yang membeli banyak atau sedikit produk dunkin
donuts.
·
Produk
Produk yang di sajikan juga bervariasi
diataranya ada foods donuts dengan berbagai rasa, mochie rings, fancies,
sandwiches, croissanst, flatbreads. Dan beverages regular beverages dengan dua
pilihan ada regular beverages dan premium beverages.
·
Lokasi
Lokasi gerai dunkin donuts sangat
strategis dan terjangkau yang berada di berbagai pusat perbelanjaan berbagai
mall di perkotaan, di gramedia, dan tempat-tempat lainnya.
·
Harga
Harga dunkin donuts lebih murah di
bandingkan dengan produk J.Co donut & coffee.
ü
Strategi diferensiasi
Pada strategi ini dunkin donuts sangat
berfokus pada persaingan. Dalam hal perbedaan harga, dunkin donuts tebilang
murah di bandingkan dengan produk pesaing. Promo di setiap bulan selalu di
lakukan dengan melakukan add line untuk setiap pembelian 6 donuts gratis 6
donuts. Dalam hal pelayanan lebih memuaskan tidak membeda-bedakan pelanggan.
ü
Strategi fokus
atau pemusatan
Strategi fokus atau pemusatan dunkin
donuts dengan konsep memelihara dan menjaga daya tahan ketahanan merk dan
kepuasan pelanggan dan memberikan pelayanan yang terbaik yang tercermin dalam
citra brand dan pegalaman. Produk yang berkuualitas dan dengan tenaga kerja
yang sudah berpengalaman memberikan kepercayaan bagi konsumen.
2.3.1 Strategi Nilai Pelanggan, Strategi
Diferensiasi, dan Strategi Fokus atau Pemusatan J.Co Donut & Coffee
ü
Strategi nilai
pelanggan
·
Promosi
Update pada tahun 2017 J.Co Donut
& Coffee sudah mengadakan beberapa promosi diantaranya J.Co new jcronuts
baru dengan harga Rp. 42.000 per 6 pcs. Kemudian promo HUT OCBs NISP ke 76
dengan pembelian 2 lusin hanya Rp.76.000 dengan menggunakan kartu debit atau
kredit, promo ulang tahun J.Co dengan pembelian 2 lusin donuts hanya Rp.99.000.
ada lagi promo J.Co gtaris jtart atau jcool dengan point xtra cimb niaga. Pembukaan
gerai baru juga tidak lepas dari harga promo dengan membeli 2 dzn donuts hanya
dengan harga Rp. 100.000 promo tersebut berlaku di semua pembukaan gerai yang
ada di mall of Indonesia new concept store.
·
Pelayanan
Untuk pelayana dari J.Co sendiri sangat mengutamakan kualitas produk dan
memberikan pelayana yang tidak mebeda-bedakan konsumen.
·
Harga
Harga yang di tawarkan dari menu-menu
yang ada di J.Co terbilang lebih mahal dari produk dunkin donuts. Hal tersebut
dikarenakan untuk pembelian bahan baku yang akan di produksi meng import dari
Negara lain sperti amerika serikat.
·
lokasi
untuk lokasi gerai J.Co Donut &
.Coffee sangat terjangkau, berada di tempat-tempat seperti pusat pembelanjaan,
gramedia, stasiun, dan tempat-tempat lainnya yang strategis.
ü
Strategi
differensiasi
Perbedaan yang menarik
dari produk ini adalah dari berbagai donut JCo yang ditawarkan hadir dengan
beragam nama yang unik dan kreatif yang di sesuai dengan varian topping dan
rasa yang ditawarkan, tampilan donat yang lebih menarik, Donat Jco menawarkan
dua jenis donat, yakni jenis donat dengan lubang di tengah serta jenis donat yang
tidak berlubang. jenis donat yang tidak berlubang didalamnya diisi dengan krim
yang lembut.
ü
Strategi fokus
atau pemusatan
Strategi yang di lakukan untuk
menciptakan keunggulan dari nilai pelanggan oleh J.Co Donut & Coffee dengan
menciptakan pelayanan yang baik dengan tidak membeda-bedakan konsumen, selalu
berinovasi dengan berbagai tampilan dari berbagai jenis donut yang menarik, dan
mengedepankan kualitas produk dan rasa yang bisa memberikan kepuasan bagi para
konsumen.
2.4 Dimensi
Keunggulan Paling Penting Bagi konsumen
ü
Dunkin Donuts
Kelebihan
1.
Harga dunkin donut lebih murah di bandingkan dengan
produk pesaing dengan mengeluarkan variasi donat khusus “special of the month”
sehinngga selalu ada rasa baru setiap bulan.
Kekurangan
1.
Penampilan donut kurang menarik dari segi warna
topping.
2.
Penamaan yang terlalu sederhana memberi kesan kurang
unik dan menarik.
3.
Topping donat dari dunkin donuts kurang bervariasi di
bandingkan dengan donut pesaing.
ü
J.Co Donut & Coffe
Kelebihan
1.
Berbagai Donat JCo yang ditawarkan hadir dengan beragam nama yang unik dan
kreatif yang di sesuai dengan varian topping dan rasa yang ditawarkan.
Pemberian nama yang unik dan kreatif tersebut diharapkan dapat menarik para
pedan penggemar donat. Selain itu, agar lebih mudah diingat.
Salah satu contohnya adalah varian rasa Cheese Me Up yang menawarkan donat
dengan topping lelehan keju yang ada dibagian atas. Kemudian ada juga varian
Tira Miss U yang berarti menawarkan topping tiramisu yang pastinya sangat disukai
oleh para penggemar donat.
2. Tampilan donat yang lebih menarik. Donat Jco sendiri hadir
dengan variasi donat dengan topping warna yang disesuai dengan rasa yang
ditawarkan seperti Hola Mango yang mempunyai topping dengan warna kuning yang
dihias dengan tampilan cantik di bagian atasnya. Lalu ada pula varian Hello
Berry dengan topping yang memiliki warna ungu yang dihias dengan sangat manis.
3. Donat
Jco menawarkan dua jenis donat, yakni jenis donat dengan lubang di tengah serta
jenis donat yang tidak berlubang. jenis donat yang tidak berlubang didalamnya
diisi dengan krim yang lembut.
Kekurangan
2. Fasilitas tempat duduk yang
kurang memadai saat konsumen sedang antri.
3. Terkadang waktu pembelian j.co
donut, donutnya keras sudah tidak fresh.
4. Tidak bias disimpan terlalu lama.
5. Proses pembuatan yg lebih dari 50%
menggunakn mesin sehingga sumber daya manusia yang terserap sebagai tenaga
kerjanya sedikit.
2.5
Segmentasi yang di Tuju dan Strategi Pemasaran Global
ü
Dunkin Donuts
segmentasi
Segmentasi pasar dari Dunkin Donuts
adalah:
·
Jenis Kelamin : Pria dan Wanita.
·
Status social
ekonomi : Menengah kebawah dan
menengah ke atas.
·
Pendidkan : SD sampai
perguruan tinggi
1.
Segmentasi Geografis
Segmentasi ini tersebar sampai ke
beberapa kota besar seperti, Jakarta, bandung, Surabaya, medan, makasar,
semarang dan beberapa kota besar di inidonesia. Dan juga beberapa di Negara
lain seperti Negara asia, eropa dan Negara-negara lainnya.
2.
Segmentasi Demografis
Pembagian pasar ke dalam beberapa
kelompok berdasarkan veriabel-variabel demografis seperti:
Usia :
5 tahun lebih ( seluruh anggota keluarga )
Jenis kelamin : Pria dan Wanita
Pendidikan : SD sampai perguruan tinggi
3.
Segmentasi Psikografis
Para konsumen terbagi ke dalam
beberapa kelompok yang berbeda berdasarkan kelas social, gaya hidup, dan ciri
kepribadian. Segmentasi ini terdiri dari:
·
Keluarga dengan
latar belakang pendidikan yang baik dan memiliki pemikiran yang terbuka.
·
Membutuhkan jajanan
yang sehat, bersih, berkualitas serta mudah mereka dapatkan untuk seluruh
anggota keluarganya.
Targeting
Target
Dunkin Donuts adalah anak-anak dan orang dewasa dan dari seluruh lapisan
masyarakat, maksud dari itu semua adalah bahwa tidak membatasi siapa saja yang boleh merasakan produk yang di hasilkan
baik dari kalangan menengah ke atas bahkan dari kalangan menengah ke bawahpun
diba merasakan produk dunkin donuts.
Positioning
Positioning
pada saat ini lebih menekankan bahwa produk dunkin donuts adalah pilihan yang
tepat untuk jajanan keluarha yang menghasilkan kopi dan donut yang sebenarnya.
Tetapi bukan berarti dunkin donuts hanya menjual kopi dan donut saja melainkan masih banyak lagi produk
yang di jual oleh dunkin selain dari kopi dan donut tersebut.
ü
J.Co Donut & Coffee
Segmentasi
1.
Segmentasi Geografis
Wilayah pemasaran J.Co Dunuts &
Coffee saat ini tak hanya di Indonesia, akan tetapi meluas ke Negara-negara
lain seperti malaysai, singapura, Filipina dan Australia. Ke depannya J.CO Donuts & Coffee
akan go international untuk memperluas pasar. J.CO
Donuts & Coffee cenderung menyasar wilayah urban.
2.
Segmentasi Demografis
Pembagian pasar ke dalam beberapa
kelompok berdasarkan veriabel-variabel demografis seperti:
Usia :
5 tahun lebih ( seluruh anggota keluarga )
Jenis kelamin : Pria dan Wanita
Pendidikan : SD sampai perguruan tinggi
3.
Segmentasi Psikografis
Segmentasi ini didasarkan pada penggolongan kelas sosial, gayahidup,atauciri
kepribadian lainnya. J.CO Donuts &
Coffeemenyasar kesemua kalangan dengan gaya
hidup modern,menggemari aktivitas sosial serupa
hanging out di kafe, sertamenggemari makanan dan minuman dengan brand premium
4.
Segmentasi Perilaku
Segmentasi ini didasarkan pada
tingkat pengetahuan, sikap penggunaanatau
tanggapannya terhadap suatu produk.Segmentasi ini
dapat dibedakan atas dasar: kesempatanpenggunaan, manfaat yang dicari, status pemakai, dan tingkatpemakaian
Targeting
2.6 Strategi
Perluasan Pasar
ü
Dunkin Donuts
Sejak tahun 1970 Dunkin
Donut’s menjadi merek internasional
dengan reputasi yang sangat luar biasa dalam kualitas dan pelayanan. Dunkin Donut’s mempunyai lebih dari 5000 tempat
penjualan di Amerika dan 41 negara di seluruh indonesia, salah satunya adalah
di Indonesia. Dunkin Donut’s itu sendiri pertama kali berdiri di Indonesia pada tahun
1985, yang berlokasi di jalan Hayam Wuruk No.9 Jakarta Pusat
Dunkin’ Donuts bukan merupakan perusahaan donuts multinasional
pertama yang masuk ke Indonesia. Di tahun 1968, American Donut merupakan
perintis donat pertama yang digoreng dengan mesin otomatis di Pekan Raya
Jakarta. Selain membuka gerainya di pekan raya, American Donut juga
membuka gerainya di berbagai tempat di Jakarta. Selain itu, masih ada
perusahaan-perusahaan multinasional donut lainnya yang juga berusaha
mengimbangi gerak Dunkin’ Donuts, seperti Country Style Donuts asal Kanada,
Donuts Xpress asal Australia, Krispy Kreme yang juga berasal dari AS, serta
masih banyak lagi perusahaan-perusahaan donut lainnya.
Meskipun demikian, Dunkin’ Donuts-lah yang dinilai paling
berhasil dalam meluaskan jaringan pasarnya di Indonesia, bahkan di dunia. Dunkin’
Donuts telah berhasil membuka lebih dari 8.800 gerai donatnya di lebih
dari 35 negara di berbagai benua. Di Indonesia sendiri Dunkin’ Donuts telah
membuka 200 gerai lebih di kota-kota besar di seluruh Indonesia, seperti Medan,
Yogyakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Jakarta, dan kota-kota lainnya
di Indonesia. Dunkin’Donuts telah berhasil menjadi model dalam
hal pelayanan serta konsep gerai yang dimilikinya. Bahkan Dunkin’Donuts terkadang
dianggap sebagai bayang-bayang bagi perusahaan donut lainnya. Di Jogjakarta,
Dunkin’ Donuts telah merambah ke mall-mall, swalayan serba ada, jalan-jalan di
malioboro, hingga ke bookstore-bookstore seperti Gramedia.
Dari segi produk, Dunkin Donuts terus mencoba melakukan penyesuaian
rasa sesuai kemauan konsumen, tanpa menghilangkan rasa asli donat Amerika. Dunkin’ Donuts memiliki tekstur donat yang agak
berbeda dengan pesaingnya. Donat Dunkin lebih tebal teksturnya dan lebih terasa
kenyang di perut. Produk-produk donat yang ada di Dunkin kurang lebih sama
dengan produk-produk milik kompetitornya, misalnya seperti donat dengan lapisan
biji almond.
Dari segi
iklan, Dunkin’ Donuts sepertinya sudah melalui masa-masa dimana
iklan memegang peranan penting. Hal ini karena Dunkin Donuts telah memiliki
outlet yang sangat banyak di Indonesia, dan memasukkan nama Dunkin sebagai
“pemain lama” yang telah banyak dikenal masyarakat. Masuknya Dunkin Donuts
sebagai market leader di industri donat Indonesia telah berlangsung sejak tahun
1985.
Dari segi outlet dan layanan, Dunkin tidak menerapkan konsep
mempertontonkan proses pembuatan. Namun sejak Oktober 2006, Dunkin meluncurkan
konsep layanan self service. Dengan konsep ini, para pelanggan bisa langsung
memilih produk yang diinginkannya. Tidak perlu lagi menunjuk produk dan meminta
pelayan untuk mengambilkannya. Konsep tersebut berhasil menghilangkan pembatas
antara customer ke produk. Dengan dilepasnya pembatas tersebut, customer bisa
punya pengalaman tersendiri.
Untuk mengaplikasikan konsep ini, Dunkin masih dalam tahap
transisi. Di dua outlet itu masih disediakan crew untuk membantu. Pada
akhirnya, tidak akan ada lagi crew yang membantu pelanggan untuk memilih donat.
Rencananya, konsep ini akan berlaku di semua outlet Dunkin yang berjumlah
200-an, dan diperkirakan dapat terwujud dalam kurun waktu 4 tahun.
Konsep self service ini digunakan dengan tujuan meningkatkan
penjualan dan menghadapi kompetitor yang semakin gencar. Konsep ini ternyata
dapat membuat item-item produk terjual secara merata. Bahkan, untuk beberapa
item produk yang tadinya mati bisa hidup kembali. Selain self service, Dunkin
juga menyediakan fasilitas hot spot bagi pelanggannya.
ü
J.Co Donut & Coffee
J.CO
dimiliki oleh Johnny Andrean, seorang pemilik jaringan BreadTalk di Indonesia.
J.CO diilhami dari donat USA. Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke
USA, mendapatkan kesempatan menikmati berbagai jenis donat dengan rasa dan
keunikan yang berbeda. Pada mulanya, ia ingin membeli waralaba suatu jaringan
pemasaran donat USA, tetapi ia mendapatkan beberapa keterbatasan pada
produknya. Keterbatasan itu ada pada bahan baku dan kelemahan dalam
pengendalian kualitas.
Jadi, dengan demikian Johnny memutuskan untuk mengembangkan
produksi donatnya sendiri tanpa harus membeli francise donat
dari USA. Ia memilih untuk menghasilkan bentuk dan rasa donat yang sempurna
sebagaimana yang pernah ia coba di USA, dengan memfokuskan secara khusus pada
mutu bahan baku dan proses produksi.
Sekembali
ke Indonesia, ia kemudian mengembangkan sebuah gerai toko donat dengan konsep,
bentuk dan rasa yang mirip dengan gerai donat USA. Johnny sejauh ini telah
mengamati bahwa tidak ada satu pun gerai donat di Indonesia yang mempunyai
konsep dapur terbuka, karenanya ia memulainya di J.CO. Maka, selain mempunyai
rasa yang berbeda, konsep toko juga dibuat sebagai dapur terbuka sehingga
konsumen-konsumen dapat melihat berbagai atraksi dalam pembuatan donat, dari
mencampurkan bahan-bahan sampai menjadi donat siap dijual.
Donat J.Co dibuat menggunakan mesin-mesin, baik saat
mencampurkan bahan-bahan, memasak dan membuat topping donat.
Satu-satunya tenaga manusia yang dilibatkan hanya pada saat pencetakan donat.
Yang juga menggunakan alat bantu cetakan.
Semua
mesin yang digunakan sepenuhnya diimpor dari USA. Begitu juga dengan
bahan-bahan dasar, lebih dari 50% diimpor dari luar negeri. Seperti cokelat
yang diimpor dari Belgia dan susu dari Selandia Baru. Juga, untuk minuman,
bahan-bahannya kebanyakan diimpor pula. Sebagian kopi bubuk diimpor dari
Italia dan Costa Rica. Berdasarkan semua inilah, J.CO diposisikan sebagai
produk bermutu premium di pasaran donat Indonesia.
J.CO
Donuts & Coffee menggunakan simbol burung merak pada logo mereka. Merak ini
menyimbolkan keindahan, kerapian, kelembutan dan keabadian, keindahan dan
kehalusan dicerminkan dari rasa dan bentuk donat. Sementara keabadian dapat
dilihat dari kesetiaan konsumen yang bersedia berdiri mengantri panjang di
gerai-gerai hanya untuk mendapatkan donat J.CO favorit mereka. Masing-masing
donat dinamai secara kreatif berdasarkan topping dan
rasa. Hal ini menciptakan suatu keunikan dan mudah untuk diingat, sebagai
contoh, Chees Me Up adalah nama untuk donat dengan keju leleh di lapisan atas.
Tira Miss U adalah nama untuk donat dengan topping tiramisu.
Johnny
membutuhkan tiga tahun sebelum meluncurkan J.CO Donuts & Coffee ke pasar
Indonesia. Tiga tahun digunakannya untuk mempersiapkan standar dan prosedur
produksi, pemilihan bahan baku, memperbaiki mutu dan proses produksi produk,
serta operasional bisnis.
Bagaimana
pun, J.CO telah hadir di pasar Indonesia. Toko yang pertama dibuka di Supermall
Karawaci Tangerang (tidak jauh dari Jakarta) pada tanggal 26 Juni 2005. J.CO
Donuts & Coffee di Indonesia semuanya dikendalikan dan dimiliki oleh Jhonny
sendiri, sedangkan toko-toko di luar negeri diwaralabakan, yang mana kita
mengetahui bahwa waralaba J.CO Donuts & Coffee Singapura dimiliki oleh
kelompok BreadTalk.
2.7 Strategi
Menentukan Pemasok
ü
Dunkin Donuts
Dunkin'
Donuts adalah restoran dan waralaba
makanan internasional yang mengkhususkan dalam donat.
Perusahaan ini di dirikan pada tahun 1950 oleh William Rosenberg di Quincy, Massachusetts.
Dunkin Donuts sekarang ini merupakan restoran donat terbesar di dunia, dengan hampir
7.000 restoran, kios pengantaran-ambil ke luar di lebih dari 35 negara. Dunkin
Donuts hadir di Indonesia untuk pertama kalinya pada
awal tahun1990-an.
Saat ini, Dunkin Donuts sudah dapat ditemui mudah di kota-kota besar di
seluruh Indonesia.
Cakupan
sasaran luas :
Keunggulan biaya, Keunggulan biaya terletak
pada dimana sekarang dengan kemajuan teknologi informasi dengan diadakan
delivery order maka konsumen tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mendatangi
counter dunkin donut, hanya dengan mengeluarkan uang tambahan seperti
pembayaran antar saja.
Differensiasi
:
·
Dunkin
Donuts dinilai paling berhasil dalam
meluaskan jaringan pasarnya di Indonesia
bukan satu-satunya brand yang dikenal oleh pasar Indonesia.
·
Dunkin
Donuts selalu berupaya untuk
memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi para pelanggan dengan tidak
mengurangi kualitas dan mutu dari produknya
·
PT.
Dunkindo Lestari selalu berusaha untuk menerapkan strategi yang terbaik
agar dapat digunakan oleh perusahaannya.
·
Mengembangkan
lebih banyak store yang ada di Indonesia.
·
Meningkatkan
pelayanan terhadap pelanggan.
·
Lebih
aktif dalam menciptakan program promosi untuk memperkenalkan masyarakat mengenai Dunkin Donuts maupun promo yang dilakukannya.
·
Mempertahankan
bahkan meningkatkan pencapaian tujuan dari perusahaan serta keberhasilan yang
telah diraihnya sampai saat ini.
Cakupan
sempit :
Focus pada biaya, Dunkin donut menyajikan
berbagai produk sehingga harga yang ditawarkan juga berbeda. Tergantung dengan
produknya, karena bahan yang digunakan juga berbeda. Dengan menjamin kualitas
rasa yang memuaskan lidah konsumen. Focus pada differensiasi, Dalam menciptakan
keunggulan kompetitif.
ü
J.Co Donut & Coffee
Brand activation untuk
membangun brand. Strategi ini direalisasikan dalam bentuk sampling di sekitar
gerai, membuat akun twitter, web dan fanpage di fb dalam dunia maya, masuk ke
komunitas ibu-ibu arisan dengan menyelenggarakan factory visit dan demo
pembuatan donat. Bagi perusahaan ini, endorsement pengunjung lewat antrian panjang
yang mengular di outlet dan media yang
menulis cerita tentang kelezatan, kekhasan, dan “kehebohan” J.CO. lebih penting
ketimbang iklan. Strategi branding ini berhasil menciptakan word of mouth dan
menuai publisitas. Dari sisi tampilan outlet, J.Co. mencoba menghadirkan nuansa
internasional dengan design minimalis yang simple tapi tetap elegan dan modern.
2.8 Strategi
Promosi Global
ü
Dunkin Donuts
Tahun 2008 tujuan dari
strategi promosi dunkin donuts yaitu mempertahankan posisi dunkin sebagai
market leader jajanan keluarga yang sehat, bersih dan berkualitas, meningkatkan
brand awareness meningkatkan
penjualan serta mempertahankan pelanggan. Dari penjelasan diatas semua porsinya
sama karena untuk mempersiapkan akan banyaknya competitor-kompetitor baru yang
akan dating pada tahun mendatang. Dunkin donuts harus menancapkan image dan
brandnya pada konsumenyaitu konsumen yang potensial bukan pada pelanggan yang
sudah ada. Siapapun yang belum tertarik pada jajanan yang sehat, bersih dan
berkualitas serta mudah di dapat maupun yang sudah tertarik, untuk berpikiran
bahwa tempat jajanan yang sehat, menarik, bersih dan berkualitas yaitu Dunkin
donuts agar image awarenessnya tetap kuat. Strategi ini di tinjau dari segmen
pasar agar jelas arah tujuan dari promosi yang di lakukan.
Sebelumnya dunkin melakukan strategi promosi dengan
cara beriklan di media, baik media cetak maupun media elektronik, sedangkan
untuk saat ini dunkin melakukan strategi promosinya tidak dengan cara tersebut
lagi melainkan dengan cara menggunakan BTL (bellow the line) seperti
menyebarkan brosur brosur, stiker, flyer, gift more di setiap counter counter
dunkin. selain itu kami juga memiliki strategi dalam berpromosi dengan cara
meningkatkan pelayanan kepada konsumen baik dari segi kualitas produk maupun
kenyamanan konsumen dalam mengkonsumsi produk dunkin di counter. saat ini di
beberapa counter counter dunkin sudah merubah tampilan atau layout dari
tampilan yang lama menjadi counter new image, counter new image tersebut
memiliki fasiltas yang berbeda dengan counter counter lama, diantaranya layanan
self service dimana para konsumen dapat memilih dan mengambil langsung produk
yang ada di display sesuai dengan keinginan konsumen tanpa harus dilayani oleh
para crew counter.
kemudian ada counter new image yaitu adanya layanan
internet gratis hot spot free bagi para konsumen yang menikmati produk dunkin
di dalam counter sehingga para konsumen lebih nyaman berlama lama di dalam
sambil melakukan aktifitasnya.
ü
J.Co Donut & Coffee
J.Co mempunyai website khusus yaitu
www.jcodonuts.com yang menyediakan beragam
menu-menu didalamnya dengan konten yang lengkap untuk menjawab rasa penasaran
para penyuka J.Co serta design web yang sangat menarik. J.Co juga mempuyai akun
twitter untuk media promosi yang sangat inovatif dan praktis @jcoIndonesia di
akun ini menyediakan jasa delivery untuk j.cool yghurt dan delivery donuts.
Selain memudahkan costumer untuk mengetahui produk terbaru dari J.co ternyata
akun twitter ini juga menyediakan beberapa promo salah satunya “BUY PASEO
premium Tissue and Get JCO voucher valid in all JCO store. Hurry!! The voucher
are limited”. Dan masih banyak promo lainnya di twitter dan juga di media
social lainya.
DAFTAR
PUSTAKA